Powered By Blogger

Selasa, 03 April 2012

Jubaedahku sayang Jubaedhku malang

Mungkin teman-teman blogger semua bertanya-tanya siapa sosok Jubaedah...??
jangan bayangkan cewek dengan rambut panjang dengan rok diatas lutut, hahaha... karena Jubaedah itu adalah handphone antik punya ku...

Meskipun jubaedah antik dan modelnya persis dengan robot transformer yang organ dalamnya tampak, dia adalah handphone yang cukup berjasa dalam membantuku untuk menjalin relasi dengan orang lain.

Semester satu lalu kondisi Jubaedah masih baik-baik saja, meskipun memang baterainya sudah payah, tetapi sekarang Jubaedah semakin parah saja kerusakannya, apalagi kemarin sewaktu berlibur pulang ke kampung halaman tercinta Sulawesi, Jubaedah jatuh dan remuk, dari model saja sebenarnya dia sudah tidak berbentuk. layar depannya sudah tidak ada dan masih banyak lagi kerusakan fisik maupun secara mmm.... apa yah ... anggaplah kondisi biologis nya.

Teman-teman di kampus juga heran melihat saya dengan pedenya menggenggam Jubaedah di depan umum, tanpa malu sedikitpun bahkan jujur saya bangga dengan Jubaedah. dia tidak merendahkan eksistensi diri saya sebagai manusia, tidak bermaksud menyinggung tetapi saya melihat dengan kemajuan teknologi sekarang tidak di barengi dengan kecerdasan dalam menggunakannya.

Kembali pada Jubaedah meskipun dia sering di cela orang lain, saya akan menjadi orang paling depan membela Jubaedah ku sayang.. kalau nobita dan doraemon maka aku dan jubaedah.


Pernah suatu saat di kampus ketika UTS saya bermaksud menonaktifkan Jubaedah, ternyata Jubaedah tidak ada di saku celana saya, juga tidak ada di dalam tas, saya terus merogoh-rogoh kantung celana dan tetap tidak menemukannya, hal itu membuat saya cemas setengah mati sampai akhirnya setelah mengerjakan soal-soal UTS saya ke parkiran dengan teman saya untuk mencari Jubaedah, tapi hasilnya nihil, saya pun bernazar dengan teman saya. "kalau saya menemukan Jubaedah saya bakal nyanyi depan kalian semua. kalian boleh request lagu apa saja". Sesampainya di kostan ternyata Jubaedah ketinggalan di atas badcover...saya langsung sujud syukur. dan nazarnya di tepati sewaktu saya dan teman-teman kumpul bersama.

Mungkin jubaedah adalah handphone rongsokan dalam kacamata orang lain, tapi Jubaedah tidak dapat di nilai dengan materi bagi saya.saya hanya mampu bersyukur kepada Allah swt, dengan adanya Jubaedah saya tetap bisa mensyukuri apa yang ada dan bisa menjalin relasi dengan orang lain.

Senin, 02 April 2012

Diam tidak selamanya Iya

Selamat siang...
siang ini adalah siang kelabu  bagi saya, suasana kampus yang sepi, dan gersang, hari-hari menjelang UTS membuat psikis saya seperti terguncang dengan begitu banyak tugas, seperti tidak ada kata untuk "minggu tenang" seperti biasa sebelum UTS, belum lagi dengan keuangan yang tidak stabil, pengeluaran lebih banyak dari yang ditargetkan. saya seperti hidup di sebuah dunia yang sebenarnya tidak saya mengerti.

Wajar kalau rakyat Indonesia menyampaikan aspirasinya. seperti saya, kenaikan harga BBM, menyebabkan kenaikan biaya transportasi serta biaya-biaya lainnya, sementara penghasilan tidak sebanding dengan itu. Apalagi saya sekarang mahasiswi yang berkuliah di daerah yang jauh, mengatur keuangan bukan hal mudah, apalagi saya menggunakan alat transportasi umum pulang pergi kampus.

Kembali lagi pada masalah intinya, bahwa hal-hal tersebut membuat saya semakin GALAU istilah anak gaul zaman sekarang. terkadang saat pulang kembali ke kostan saya memikirkan hal-hal tersebut sambil menatap
langit-langit kamar dan berusaha menemukan solusinya, meskipun saya tau saya mungkin sulit untuk menemukannya dan memang harus di selesaikan dengan tindakan.

Tapi saya tidak bisa berbuat banyak, dan terkadang saya susah dalam mengekspresikan apa yang benar-benar saya rasakan dan hanya bisa terpenjara dalam otak saya. Saya merasa bahwa terkadang diam bukan berarti mengiyakan atau setuju terhadap tindakan orang, tetapi diam juga terkadang bisa berarti karena saya lelah harus menjelaskan hal-hal yang sebenarnya mereka pahami, tapi mereka justru tidak peka. menurut saya itu hanya membuang-buang waktu. "sometimes you decide to stay silent and smile than explaining everything what you really feel…. that's I think"

Kadang memang ada hal-hal yang harus di bicarakan, tetapi kadang hal-hal yang kita bicarakan justru membuat keadaan semakin tidak kondusif, hal seperti ini sering sekali terjadi pada saya, jadi saya justru memilih untuk diam meskipun sebenarnya diam juga salah karena dengan diam tidak menyelesaikan masalah, membuat orang tidak mengerti apa yang kita inginkan. tapi sebenarnya diam sebenarnya bertujuan agar orang lebih peka dan memahami perasaan orang lain.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...